Bimantoro ... BimBim_02
Kamis, 15 April 2010
DEDUKTIF
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Metode deduktif:
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
referensi http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
PROPOSISI
Dalam logika modern, suatu preposisi adalah apa yang dihasilkan dengan mengucapkan suatu kalimat . Dengan kata lain, hal ini merupakan arti dari kalimat itu, dan bukan kalimat itu sendiri. Kalimat yg berbeda dapat mengekspresikan proposisi yang sama, jika artinya sama.
referensi http://id.wikipedia.org/wiki/Proposisi
PREMIS
adalah kata-kata atau tulisan sebagai pendahuluan.
referensi http://kamus.kapanlagi.com/contain/premis
MACAM MACAM JENIS DEDUKTIF
1. Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial yaitu Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi:
• Premis umum : Premis Mayor (My)
• Premis khusus :remis Minor (Mn)
• Premis kesimpulan : premis kesimpulan ( K ), dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme kategorial :
My : semua mahluk hidup bisa bernafas
Mn : kucing adalah mahluk hidup
K : kucing bisa bernafas
2. Silogisme Hipotetis
Silogisme hipotesis yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh silogisme hipotesis :
My : jika tidak ada uang manusia sangat kesulitan tuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Mn : Uang tidak ada
K : jadi, manusia akan kesulitan tuk memenuhi kebutuhan hidupnya
3. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah
4. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh Entimen :
• Dia naik jabatan karena ia rajin bekerja.
• Anda naik gaji karena anda berhak menerima kenaikan jabatan itu
referensi Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Rabu, 30 Desember 2009
SETELAH sedikit memahami tentang bagaimana dan sejauhmana efek iklan bekerja, maka pembahasan kali ini seputar iklan yang berguna untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki citra produk. Mengapa hal itu perlu diperhatikan, sebab citra merupakan salah satu faktor keberhasilan sebuah perusahaan yang ingin memasarkan produknya, baik berupa barang maupun jasa.
Kita tentu masih ingat kasus yang menimpa sebuah produk biskuit, yang pernah menjadi berita besar. Dimana biskuit yang sebenarnya cukup dikenal masyarakat itu, diduga pernah tercemar oleh bahan berbahaya (racun). Bahkan ada sejumlah korban yang harus dilarikan ke rumah sakit, lantaran mengkonsumsi makanan tersebut. Untungnya pemerintah segera melakukan tindakan, supaya dampak yang ditimbulkan tidak makin meluas. Antara lain menghentikan sementara proses produksi di perusahaan pembuat biskuit ini.
Melihat kasus itu, maka setelah sekian tahun lamanya, jelas produsen biskuit yang sempat bermasalah tersebut tidak mendapat kepercayaan konsumen. Karena masyarakat masih takut, jika memakan biskuit ini maka akan keracunan. Upaya yang harus dilakukan, antara lain menerapkan strategi promosi yang lebih intens dibanding sebelumnya. Dengan harapan mampu menumbuhkan kembali kepercayaan konsumen, agar mau mengkonsumsi produk yang dihasilkan. Apabila produsen biskuit tersebut tidak mau berusaha memperbaiki citra produknya, maka lama-kelamaan konsumen akan meninggalkannya. Apalagi belakangan muncul produk sejenis, tentunya dengan kualitas lebih bagus, harga bersaing, kemasan menarik, kandungan mineral atau vitamin yang banyak dan sebagainya.
Terlepas dari contoh di atas, sebenarnya iklan memang dapat dipakai untuk mempertahankan atau memperbaiki citra produk, atau bahkan perusahaan itu sendiri. Tidak hanya sekadar memperkenalkan (launching) produk baru, baik barang maupun jasa. Karena yang melihat citra produk bagus atau tidak bukanlah produsen, tapi justru konsumen atau masyarakat yang menjadi target group (market) produk tersebut. Seandainya sebuah produk baik, maka produsen sudah memiliki satu poin supaya konsumen tertarik membelinya. Kemudian baru pertimbangan harga, perbandingan dengan produk sejenis, manfaat, kemasan dan lain-lain. Namun sebaliknya, jika sebuah produk sudah dicap jelek apalagi “bermasalah,” maka konsumen perlahan-lahan akan menjauhinya. Sehingga jangan kaget jika produk itu tidak laku di pasaran.
Di sisi lain, pemasangan iklan sebuah produk hendaknya disesuaikan dengan media massanya. Misal, produk kecantikan dan alat-alat rumah tangga sangat tepat dimuat di majalah khusus wanita. Namun demikian, media massa cetak lokal pun sebenarnya bisa dipakai, tapi dalam salah satu halamannya harus ada berita yang memuat kehidupan atau tren wanita masa kini. Artinya, segmentasi pasar dengan target group yang ingin dicapai oleh produsen benar-benar tepat sasaran. (Ingin baca artikel tentang marketing dan periklanan lainnya, silakan buka www.arifat.com atau www.multimediaadvertising.blogspot.com)
http://www.perfspot.com/docs/doc.asp?id=45766
Riset Pemasaran
Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian. Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan p[engambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.
Tujuan Riset Pemasaran:
? Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif kenyataan yang ada.
? Bebas dari pengaruh keinginan pribadi ( political biases ). “ Find it and tell if like it is “.
Studi tentang riset pemasaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Riset dasar
dikenal juga sebagai riset murni atau riset fundamental yang bertujuan memperluas batas-batas pengetahuan yang mempunyai kaitan dengan aspek-aspek system pemasaran. Selama ini hanya sedikit perhatian yang dicurahkan terhadap bagaimana pengetahuan tsb digunakan dalam proses manajemen pemasaran.
Riset terapan
bertujuan membantu para manajer mengambil keputusan yang lebih baik. riset terapan ini diarahkan kesituasi organisasi yang spesifik dan pelaksanaannya dibimbing oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses pengambilan keputusan.
Proyek riset pemasaran formal dapat dipandang sebagai seperangkat langkah yang disebut proses riset. Untuk melaksanakan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset dan memahami saling ketergantungannya. sembilan langkah-langkah dalam proses riset yaitu :
1. Menetapkan kebutuhan akan informasi
2. menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi
3. menentukan sumber data
4. mengembangkan bentuk pengumpulan data
5. merancang sample
6. mengumpulkan data
7. mengolah data
8. menganalisis data
9. menyajikan hasil riset
Ada empat sumber utama dari data pemasaran :
? responden
? situasi analogis
? eksperimentasi
? data sekunder
Setelah sasaran penelitian ditetapkan dan kebutuhan informasi didaftar dengan terinci langkah selanjutnya adalah menentukan dari mana sumber data diperoleh.
Keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bias berbentuk kategori, misalnya : rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal, dsb, atau bias berbentuk bilangan. Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistik.
Data menurut bentuknya dapat dikatergorikan sbb:
1. Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif, harganya berubah-ubah atau bersifat variable. Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif ialah :
? data diskrit yaitu data dengan variable diskrit
? data kontinu yaitu data dengan variable kontinu
2. data yang dikategorikan menurut lukisan kualitas obyek yang dipelajari adalah data kualitatif. sehingga golongan ini dikenal pula dengan nama atribut. Misalnya: sembuh, rusak, gagal, berhasil, dsb.
Menurut sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu :
1. data intern
adalah data data yang bersumber dari dalam perusahaan. Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri, misalnya: keadaan pegawai, pengeluaran, keadaan barang di gudang, hasil jualan, keadaan produksi pabriknya dan lain-lain aktivitas yang terjadi di dalam perusahaan itu.
2. data ekstern
adalah data yang bersumber dari luar perusahaan. suber data ekstern mencakup laporan riset komersial, majalah bisnis, laporan industri, laporan pemerintah, dsb.
Data ekstern dapat digolongkan atas dua bagian:
? data ekstern primer atau data primer
data primer merupakan data yang dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan.
? data ekstern sekunder atau data sekunder
data sekunder merupakan data yang sudah dipublikasikan untuk konsumsi umum
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-pemasaran/riset-pemasaran
Minggu, 15 November 2009
Apa sih Produk itu?
Klo kita berbicara soal produk.produk iyalah segala sesuatu yang (meliputi objek fisik ,jasa ,tempat,organisasi )yang mampu di tawarkan produsen untuk diminta/dugunakan pasar sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginan nya .Dalam arti lain produk ialah pemahaman produsen sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen .Sebelum produk di luncurkan ke pasar .produsen sudah memperhitungkan produk tersebut layak atau tidak di luncurkan kepasaran.dengan melalui beberapa proses .yaitu proses ngekonsep produk ,klasifikasi produk .
Produk itu ada 2 macam jenisnya yaitu :
1.produk konsumen
2.produk industrial
klo produk yang di sebarkan/dijual kepasar tradisional,pasar moderen yang di jual untuk kita konsumsi lansung /dijual kembali .produk tersebut merupakn produk konsumen.sedangkan produk industrial di jual kepasar untuk memenuhi kebutuhan indusri.
aspek tingginya permintaan pasar
Menjelang Ramadhan Harga Sembako Merangkak NaikKamis, 20 Agustus 2009
Palembang, Kenaikan harga sembako menjelang ramadhan yang terjadi di Sumsel ternyata diikuti juga dengan kenaikan harga daging sapi/ telur/ dan daging ayam, Kenaikan harga ketiga barang tersebut diperkirakan akan terus merangkak naik hingga hari raya idul fitri mendatang.
Harga daging sapi yang saat ini berkisar antara 60 ribu rupiah per kilogram/ di perkirakan akan meningkat hingga 70 ribu rupiah per kilogramnya/ untuk harga telur ayam yang saat ini berkisar antara 13 ribu 500 rupiah/ diperkirakan meningkat hingga 17 ribu rupiah/ sedangkan untuk daging ayam yang kini berkisar antara 24 ribu rupiah diperkirakan meningkat hingga 30 riburupiah.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan/ Asrilazi/ kepada RRI mengatakan/ khusus untuk daging sapi/ kenaikan harga daging dikarenakan aksi menutup kerugian pedagang daging yang penjualan sampingannya seperti jeroan dan lemak sapi/ yang menurun menjelang hari raya.
Perkiraan kenaikan harga ini dilansir oleh Dinas Peternakan Provinsi Sumsel berdasarkan hasil rapat bersama Asosiasi Pengusaha Daging dan Asosiasi Pengusaha Unggas yang ada di Sumatera Selatan// Para pengusaha menjamin stok akan tersedia hingga hari raya/ namun mekanisme harga masih diserahkan pada pasar/ sehingga peluang harga meningkat tajam sangat terbuka lebar.(Ryan Apridani/AF).
Sementara itu menurut saya untuk telur dan daging ayam/ kenaikan harga dikarenakan aspek tingginya permintaan pasar, kenaikan ini hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan kembali normal dalam waktu singkat
No Segmentasi manfaat Demografi Perilaku Psikografis
Tahan lama
1 Mesin cuci Ibu rumah tangga Pengguna berat Gaya hidup
2 Kompor gas Ibu rumah tangga Pengguna berat Gaya hidup
3 Kipas angin Keluarga Pengguna berat Gaya hidup
4 Pendingin ruangan Keluarga Pengguna berat Gaya hidup
5 Printer Mahasiswa Pengguna berat Gaya hidup
6 Kulkas Semua orang Pengguna berat Gaya hidup
7 Televisi Semua orang Pengguna berat Gaya hidup
8 Radio Semua orang Pengguna berat Gaya hidup
9 Computer Mahasiswa Pengguna berat Gaya hidup
10 Tes kulit wanita Pengguna berat Gaya hidup
NO Segmentasi Manfaat Demografi Perilaku Psikografis Kenyamanan
1. Jaket kulit Laki-laki tertarik Gaya hidup
2. Dasi Laki-laki Tertarik Gaya hidup
3. Topi Laki-laki Pengguna berat Gaya hidup
4. Kaca mata Laki-laki Tertarik Gaya hidup
5. Sarung Laki –laki Tertarik Gaya hidup
6. Baju Semua orang Pengguna berat Gaya hidup
7. Cincin remaja Tertarik Gaya hidup
8. Handuk Keluarga Tertarik Gaya hidup
9. Piama Semua orang Tertarik Gaya hidup
10. Pembalut Wanita Tertarik Gaya hidup
No Segmen manfaat Demografi Perilaku Psikografis
Ekonomis
1 Sabun colek (<2000) Ibu rumah tangga Pemakai sedang hemat
2 Detergen (<8000) Ibu rumah tangga Pemakai sedang Hemat
3 Gula pasir(1kg<9500) Keluarga Setia pada merek sedang hemat
4 Minyak goreng(1kg<9000) Ibu rumah tangga Setia pada merek hemat
5 Mie instant(700/bgks) Keluarga Tertarik hemat
6 Telur (1kg<12000) Keluarga Pemakai sedang hemat
7 Kopi (1kg<20000) Ayah Pemakai berat hemat
8 Susu (5500/sachet) Anak Pemakai berat hemat
9 Sampo (400/sachet) Keluarga Setia pada merek hemat
10 Hand body(<8000/botl) Remaja tertarik hemat
no Segmentasi manfaat demografi perilaku psikografis
Kosmetik
1. Eye shadow Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
2. Lipstick Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
3. Bedak Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
4. Blush on Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
5. Eyeliner Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
6. Pelembab Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
7. Pembersih muka Remaja Pengguna berat Peduli kecantikan
8. Hand body Remaja Pengguna berat Peduli kecantikan
9. Minyak wangi Remaja Pengguna berat Peduli kecantikan
10. Sipat Wanita Pengguna berat Peduli kecantikan
Medis
1 Pasta gigi keluarga Setia pada merek Orang yang ingin sehat
2 Obat sakit kepala Keluarga Setia pada merek Orang yang ingin sehat
3 Obat diare Keluarga Tertarik Orang yang ingin sehat
4 Minuman penyejuk Keluarga Setia pada merk Orang yang ingin sehat
5 Minyak telon Anak Setia pada merk Orang yang ingin sehat
6 Sabun kesehatan Keluarga Setia pada merk Orang yang ingin sehat
7 Bedak kulit Keluarga Pengguna berat Orang yang ingin sehat
8 Minuman kesehatan Keluarga Pengguna berat Orang yang ingin sehat
9 Obat perawatan kulit dari dalam Wanita Pengguna berat Orang yang ingin sehat
10 Obat cacing keluarga tertarik Orang yang ingin sehat
ANALISIS GAYA HIDUP (AKTIVITAS, MINAT, PENDAPAT) DAN MOTIVASI (RASIONAL) KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI Sepeda motor Yamaha
Hakekat pemasaran adalah memenuhi kebutuhan konsumen, dan untuk memenuhi kebutuhan ini, mesti mengenal mereka dan apa yang menjadi kebutuhannya. Mengingat bahwa kebutuhan konsumen tidaklah tunggal maka perlu dipilah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, sehingga terdapat kesamaan dalam batasan tertentu. Pengelompokan berdasarkan kemiripan faktor-faktor tadi dan tiap kelompok diperlakukan seolah-olah mereka merupakan kelompok yang identik ini dikenal sebagai segmentasi.
Setiap berbicara mengenai segmentasi, tak pernah terlewatkan data mengenai kelas sosial. Pokok pangkalnya adalah stratifikasi sosial, sebuah struktur sosial yang terdiri atas lapisan-lapisan : dari lapisan teratas sampai lapisan terbawah.
Setiap strata dalam batas tertentu, terdiri dari sejumlah individu yang memiliki sikap, pola tindakan, dan gaya hidup yang identik. Penduduk Jakarta misalnya, menurut peneliti dari Sosiologi UI, dapat distratifikasikan dalam lima strata, yaitu lapisan elite, lapisan menengah, lapisan peralihan, lapisan bawah, dan lapisan terendah. Lapisan Elite Kota (Jakarta) adalah lapisan teratas yang mempunyai penghasilan tinggi, generasi mudanya memiliki gaya hidup kosmopolit, mempunyai akses informasi dan politik yang sangat besar, serta mobilitas lintas negara yang tinggi. Di bawahnya terdapat lapisan menengah yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi walaupun secara finansial lebih rendah dari lapisan elit.
Konsep startifikasi sosial ini klop dengan acuan dalam segmentasi : konsumen digolong-golongkan, dipilah-pilah berdasarkan faktor tertentu sehingga dapat dianggap memiliki kemiripan.
Dalam perilaku konsumen secara samar orang membedakan pengertian kelas sosial dengan pengertian status sosial. Kata Max Weber kelas sosial mengacu kepada pendapatan atau daya beli, sementara status sosial lebih mengarah pada prinsip-prinsip konsumsi yang berkaitan dengan gaya hidup.
Dalam masyarakat kosmopolit yang pluralistik, status sosial ini dengan mudah dapat dimanipulasi. Dalam masyarakat metropolis macam Jakarta, tidak mudah melacak apakah status sosial sesuai dengan kelas sosialnya atau tidak. Seseorang mempunyai pilihan apakah dia ingin memproyeksikan diri sesuai dengan kelas sosialnya, lebih tinggi atau justru bersikap low profile. Kelas sosial yang sama memang menghasilkan gaya hidup tertentu, tetapi dalam rentang yang sangat lebar. Sehingga melahirkan variasi gaya hidup dalam kelas sosial yang sama.
Inilah alasan mengapa segmentasi demografis saja seringkali menyesatkan, sehingga harus diperdalam dengan segmentasi gaya hidup. Banyak definisi yang disodorkan mengenai gaya hidup. Gaya hidup adalah frame of reference yang dipakai seseorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu. Terutama bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh orang lain, sehingga gaya hidup sangat berkaitan dengan bagaimana ia membentuk image di mata orang lain, berkaitan dengan status sosial yang diproyeksikannya. Untuk merefleksikan image inilah, dibutuhkan simbol-simbol status tertentu, yang sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku konsumsinya. Dalam pendekatan VALS 2 (Values & Life Style), stratifikasi secara vertikal dilengkapi dengan pembedaan secara horisontal berupa orientasi diri. Stratifikasi vertikal berdasarkan resources. Resources di sini bukanlah semata-mata materi, tetapi dalam arti yang luas mencakup sarana dan kapasitas psikologis, fisik, dan demografis. Perilaku konsumsi yang didorong oleh orientasi diri memiliki tiga kategori yaitu prinsip, status dan action.
Bagi orang yang orientasi dirinya bertumpu pada prinsip, dalam mengambil keputusan pembelian berdasarkan keyakinannya. Sehingga keputusannya untuk membeli bukan hanya karena ikut-ikutan atau sekedar untuk mengejar gengsi. Bisa dikatakan tipe ini lebih rasional. Sedangkan yang bertumpu pada status, keputusannya dalam mengkonsumsi didominasi oleh apa kata orang. Produk-produk branded menjadi pilihannya. Bagi yang gaya hidupnya bertumpu kepada action, keputusan dalam berkonsumsi didasari oleh keinginannya untuk beraktivitas sosial maupun fisik, mendapatkan selingan atau menghadapi resiko. Banyak merek rokok yang mengarah gaya hidup ini : penuh tantangan. Lihat saja Marlboro, Djarum Filter, dan Djie Sam Soe.
Selain itu terdapat pendekatan yang cukup populer dan bersifat ateoritik yang dikenal sebagai AIO (activity, interest, opinion). Pendekatan ini mengukur gaya hidup konsumen berdasarkan atas kegiatan, minat, dan pendapat, serta melalui sejumlah ciri demografis.
Berbagai produk dengan harga premium hampir dapat dipastikan bertujuan untuk memenuhi gaya hidup tertentu. Walaupun demikian motif pembeliannya bisa berbeda. Orang membeli Jaguar ada yang semata-mata untuk mengaktualisasikan diri, tetapi ada pula karena pertimbangan rasionalnya. Untuk yang terakhir ini, misalnya para pengacara. Mungkin beberapa diantaranya bukan sekedar untuk gengsi, tetapi sebagai justifikasi untuk menerapkan tarif yang mahal, sehingga klien merasa pantas membayar mahal. Acap kali pembeliannya juga berdasarkan gabungan berbagai motif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya hidup berkaitan dengan bagaimana seseorang memanfaatkan resources yang dimilikinya untuk merefleksikan dirinya berdasarkan nilai, orientasi, minat, pendapat yang
berkaitan dengan status sosialnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya hidup (aktivitas, minat, pendapat) dan motivasi (rasional) konsumen dalam pengambilan keputusan membeli Sepeda motor Yamaha, dan factor apa yang paling dominan mempengaruhi konsumen dalam membeli Sepeda motor Yamaha
Dalam penelitian ini penulis mengambil dua hipotesis, yaitu: bahwa gaya hidup (aktivitas, minat, pendapat) dan motivasi (rasional) berpengaruh terhadap pengambilan keputusan membeli Sepeda motor Yamaha; dan diantara factor aktivitas, minat, pendapat dan rasional yang berpengaruh paling dominan adalah factor aktivitas.
Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah gaya hidup (aktivitas, minat, pendapat) dan motivasi (rasional) konsumen berpengaruh dalam pengambilan keputusan membeli sepeda motor Yamaha, dan factor yang paling dominan mempengaruhi adalah dengan menggunakan alat analisis Regresi Linier Berganda. Tolok ukur untuk menentukan bahwa Gaya Hidup (aktivitas, minat, pendapat) dan motivasi (rasional) konsumen berpengaruh dalam pengambilan keputusan membeli Sepeda motor Yamaha adalah jika F-hitung -> F-tabel, sedangkan untuk menentukan bahwa factor aktivitas yang paling dominan berpengaruh adalah dengan uji T, yaitu jika T-hitung > T-tabel dengan hasil XI = 0,568 > X2 = 0,117 > X4 = 0,0882 > X3 = 0,04063.
Hasil perhitungan dengan alat analisis Regresi Linier Berganda, untuk besar pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi konsumen adalah sebesar 70,3 %, sedangkan keeratan hubungan antara gaya hidup dan motivasi konsumen adalah sebesar 83,8 %.
Dari hasil analisis Regresi Linear Berganda tersebut, sesuai dengan tolok ukur yang digunakan, maka gaya hidup (aktivitas, minat, pendapat) dan motivasi (rasional) konsumen berpengaruh dalam pengambilan keputusan membeli Sepeda motor Yamaha, dan factor aktivitas yang paling dominan mempengaruhi konsumen dalam membeli Sepeda motor Yamaha, dengan demikian dua hipotesis dalam penelitian ini terbukti.